Assalamualaikum..

Semoga keberadaan blog ini membawa manfaat untuk semua pihak. Jangan pernah lelah untuk mengukir prestasi, jangan pernah lelah untuk bermanfaat untuk sekitar, serta tetap sabar, syukur, dan ikhlas. Aamiin.

Rabu, 07 September 2016

Kampung Jembatan I dan II Bombalai, Tawau, Sabah, Malaysia

Keinginan masyarakat yang mencari nafkah demi membiayai keluarganya memang tidak dapat dipungkiri lagi. Mereka berani masuk ke Sabah tanpa dokumen, dan dengan bantuan saudara dan kawannya, mereka bisa memperoleh pekerjaan di Sabah.
            Kampung Jembatan I dan Jembatan II adalah dua nama kampung yang ada di Bombalai. Kampung tersebut dinamakan kampung jembatan karena memang mereka tinggal di atas jembatan, jembatan sungai yang airnya masih ada. Banyak TKI kita yang tinggal disana, termasuk siswa-siswi CLC Bombalai. Mereka harus siap dan sabar ketika air laut pasang. Mereka mandi dan mencuci di sungai itu. Pasokan air bersih untuk minum datang setiap 1 bulan sekali. Itupun jika lancar, kadang jika pasokan air bersih tidak ada, mereka akan minum air hujan yang ditadah, jika musim kemarau, maka air sungai itu juga yang mereka minum. Memang jauh dari kebersihan dan standar yang seharusnya. Rumah mereka berdempetan, berukuran kecil, tidak ada ventilasi yang cukup, pengap. Dibawah rumah mereka merupakan sungai yang ditumbuhi oleh pohon-pohon bakau tua dan mulai membusuk, karena bakau tersebut mulai teracuni oleh detergen yang digunakan para TKI mencuci dan mandi, sehingga bakau tersebut hanya tinggal batang-batangnya saja yang runcing, yang terus digenangi oleh air sungai.
            Para TKI kita memang akan terus bertahan hidup di kampung itu. Karena di kampung itulah para TKI kita merasa aman dari checking polisi yang memeriksa dokumen mereka, seperti paspor dan sebagainya. Kampung itu cukup jauh dari kampung bombalai, tempat para TKI melepas lelah yang relatif aman untuk ditinggali.
            Jika ada checking polisi di sekitar lingkungan kami, para TKI akan berlari, kabur, supaya mereka tidak tertangkap. Mereka tidak peduli sakitnya batang bakau yang harus mereka lewati, demi mengamankan diri.
            Pendidikan merupakan hak setiap warga Negara, di pelosok sekalipun. Kami akan terus berusaha memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak TKI yang ada di setiap wilayah Sabah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar