Community
Learning Center (CLC) Bombalai baru berdiri sendiri sejak bulan juni 2013.
Sebelumnya Bombalai merupakan Tempat Kegiatan Belajar (TKB) atau sub-CLC
Merotai. Karena CLC yang baru berdiri, maka wajar jika sekolah kami belum
begitu lengkap dari sarana dan prasarana.
Bangunan sekolah CLC Bombalai
sebenarnya bangunan lama yang saat ini masih ditempati oleh Sekolah Humana.
Dari pihak company Humana akan
dibangunkan sebuah bangunan sekolah baru, yang lengkap dengan fasilitasnya.
Akan tetapi pembangunan bangunan baru tersebut sangat lama, dan seperti tidak
selesai-selesai. Sehingga dampaknya CLC Bombalai seperti seolah-olah tidak
memiliki bangunan sekolah tempat belajar. Tapi kami tidak putus asa, kami tetap
masih terus belajar, langit sebagai atap kami, dan tanah sebagai lantai kami.
Kami terus belajar dimanapun dan kapanpun kami bisa, dibawah pohon, dirumah,
dipelataran sekolah, di pondok, dan bahkan di lingkungan sekitar.
Perbedaan CLC dengan Sekolah Humana
terletak pada tingkatannya. Sekolah Humana Setara dengan TK dan SD, sedangkan
CLC Bombalai setara dengan SMP. Selain itu, kurikulum Sekolah Humana
menggunakan kurikulum Malaysia, sedangkan kurikulum CLC menggunakan kurikulum
Indonesia. Keuangan CLC ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia. Siswa
CLC tidak dipungut bayaran sedikitpun. Semua fasilitas yang diberikan di CLC
gratis diberikan pemerintah Indonesia untuk siswa-siswi berkewarganegaraan
Indonesia.
Jika di Indonesia, CLC setara dengan
SMP Terbuka. Secara teori memang pelaksanaan pembelajaran CLC tidak full day
seperti SMP Reguler pada umumnya. Akan tetapi kami selalu mengusahakan agar
pelaksanaan pembelajaran terus dilaksanakan mendekati pelaksanaan pembelajaran
secara regular, mengingat daya tangkap dan tingkat pemahaman siswa di Sabah
masih kurang.
Banyak pengetahuan dasar siswa dalam
setiap keilmuan masih sangat dirasakan jauh dari standar. Sehingga kami terus
bekerja sama dengan semua guru, agar siswa-siswi kami dapat setara dengan
siswa-siswi pada umumnya yang ada di Indonesia.
Pendaftaran di CLC dimulai dengan
pelaksanaan paket A (Ujian Kesetaraan). Siswa yang sudah lulus paket A, bisa
langsung mendaftar sebagai siswa di CLC dengan melengkapi beberapa persyaratan seperti pengisian
formulir, pas foto, dan sebagainya.
Akan tetapi terkadang hasil ujian
paket A tersebut sangat lama, bahkan lebih dari setahun, ijazahnya masih ada.
Selain itu, terkadang beberapa siswa yang sudah lulus paket A, harus bekerja,
sehingga kami mengalami kesulitan untuk menemui dan mengajak kembali untuk
belajar di sekolah.
Kegiatan CLC tidak hanya mengenai
belajar dan mengajar, akan tetapi banyak kegiatan ekstrakurikuler, dan
pelaksanaan perlombaan CLC se-Sabah Malaysia. Setiap tahun siswa-siswi terbaik
pilihan setiap CLC akan bertanding, baik untuk cabang olahraga, keilmuan
(cerdas-cermat), softskill, seni dan lain sebagainya.
Setelah 3 tahun menjalani kegiatan
pembelajaran di CLC, siswa-siswi pun akan mengikuti Ujian Nasional (UN).
Alhamdulilah 98% murid kami lulus dalam UN Tahun 2013. Walaupun masih ada yang
belum lulus, pemerintah masih memberikan fasilitas untuk mengikuti Ujian Paket
B (Ujian Kesetaraan).
Siswa-siswi yang sudah lulus UN SMP
pun kami bantu untuk mendaftar ke Sekolah Menengah Pertama (SMA/SMK). Sekitar
18 orang siswa kami sudah melanjutkan sekolah di SMK Mutiara Bangsa di Sebatik.
Letak pulau sebatik memang sangat
strategis untuk kami gunakan sebagai tempat siswa melanjutkan sekolah.
Anak-anak TKI yang sudah tidak bisa melanjutkan sekolah di Sekolah Kerajaan
(SK) Malaysia memang cukup cocok jika kami lanjutkan di SMK Mutiara Bangsa yang
lokasinya relatif dekat dan terjangkau.
Melintas batas dua Negara bukan
merupakan hal yang mudah, terutama bagi warga Negara yang tidak memiliki
dokumen. Siswa CLC lahir dari orang tua yang sebagian besar tidak memiliki
dokumen (paspor). Orang tua mereka tidak memiliki paspor, menikah tanpa ada
surat nikah, dan anak-anak pun lahir tanpa surat lahir, sehingga anak-anak pun
sama seperti orang tuanya tidak memiliki paspor.
Hal tersebut tidak mengurungkan niat
kami untuk dapat memberikan layanan pendidikan, kami terus berusaha agar siswa-siswi
tersebut dapat terus bersekolah dan melanjutkan sekolah walaupun tanpa ada
dokumen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar