Saya
pertama kali datang ke Sabah tanggal 28 Juni 2012, bersama-sama dengan
rombongan pendidik tahap 3 untuk melaksanakan tugas mengajar selama 2 tahun
lamanya. Jumlah pendidik tahap 3 yang datang ke Sabah saat itu sebanyak 55
orang, dengan penempatan mengajar di Humana (Pusat Bimbingan Belajar setingkat TK
dan SD) dan di Community Learning Center atau CLC (setingkat SMP Terbuka).
Sabah
adalah wilayah Negara Malaysia Timur yang sebagian besar wilayahnya merupakan
hamparan hutan sawit. Pernah saya bertanya pada seorang penduduk di sini,
dimanakan ujung sawit-sawit itu, jawab penduduk tersebut, ujung sawit itu
adalah laut, yang artinya memang mayoritas wilayah sabah merupakan perkebunan
sawit (biasa kami sebut ladang sawit). Sabah satu pulau dengan pulau Kalimantan
Indonesia, sehingga tidak heran jika cukup banyak dihuni oleh TKI (Tenaga Kerja
Indonesia). Terutama di tempat saya ditugaskan mengajar, di wilayah Tawau, yang
merupakan perbatasan langsung dengan wilayah Indonesia, hanya dengan waktu 15
menit menyebrang laut dengan menggunakan boat kecil kita sudah bisa sampai di
Indonesia.
Beberapa
hal unik yang saya temukan disini, yang pertama mengenai makanan, makanan
disini seperti makanan India, banyak kari, dan memakai bumbu yang cukup
menyengat hidung. Ada juga beberapa sayur, yang kalau di Indonesia itu adalah
rumput, disini ternyata tanaman itu bisa dimakan. Selain makanan, dalam hal
perdagangan di sini pun ada konsep yang namanya “Layan Diri” saat kita
berbelanja di sebuah kedai (toko),
kita memang benar-benar melayani diri sendiri saat berbelanja, mengambil barang
sendiri, menyiapkan sendiri, hal tersebut sangat jauh berbeda dengan konsep
“Pembeli adalah Raja” yang ada di Indonesia. Pada awal saya datang, saya heran
kenapa penjual seperti tidak suka jika saya membeli, dan minta si penjual
mengambilkan barang yang mau saya beli. Tapi seiring berjalan waktu, saya dapat
memahami perbedaan culture tersebut.
Ada juga hal unik mengenai pakaian, saya sedikit heran dengan kebiasaan wanita
yang berkerudung tapi dengan baju berlengan pendek, seiring berjalannya waktu,
saya mengetahui bahwa orang yang menggunakan baju lengan pendek dan berkerudung
itu lebih baik dari pada yang tidak pakai kerudung sama sekali. Karena, untuk
memasuki mesjid disini wanita harus pake kerudung (walaupun mungkin bajunya
belum sesuai). Setidaknya orang yang memakai kerudung dengan baju lengan pendek
itu masih melaksanakan shalat ke mesjid. Hal unik lainnya yang akan kita temui
di Sabah adalah mengenai kosakata bahasa Inggris yang penulisannya dengan
menggunakan bahasa melayu, seperti ais kiub (es batu), enjin (mesin), dan
lain-lain. Beberapa kata mengalami homofon (persamaan tulisan dan pengucapan,
dengan arti yang berbeda) dalam bahasa Sabah dengan bahasa Indonesia, sebagai
contoh misalnya kata “jemput” disini artinya mengundang, bukan menjemput dengan
kendaraan, pernah saya waktu itu di jemput ke sebuah acara pernikahan, saya
tunggu-tunggu jemputannya, tapi tak kunjung datang, ternyata saya salah
mengartikan kata jemput tersebut. Ada juga kata “kita”, dimana “kita”nya
Indonesia merupakan kosakata yang menunjukan lebih dari satu orang, tapi
“kita”nya Sabah berarti anda. Dalam hal pengucapan pun ada hal unik disini,
salah satunya pengucapan huruf “n” di akhir kata, menjadi “ng”, dan sebaliknya
pengucapan huruf “ng” di akhir kata, menjadi huruf “n”, misalnya dalam bahasa
Indonesia kita mengatakan “Saya jarang makan”, dalam bahasa Sabah, akan
terdengar “Saya jaran makang”.
Ladang
Imam Bombalai, jika dibandingkan dengan ladang lain dapat dikatakan relatif
lebih mudah aksesnya, baik listrik, air, dan signal telpon selular masih dapat
diakses dengan baik. Dalam sistem pengurusan ladang, jabatan yang paling tinggi
adalah Manager (biasa di sebut Tuan), kemudian di susul dibawahnya Asisten
Manager, Mister (pembantu lapangan), Para Staf dan guru-guru, Mandor, person,
penyabit, penombak, tukang racun rumput, tukang potong rumput, dan tukang
pungut biji sawit. Untuk tempat tinggal pengurus ladang dan guru-guru terpisah
dengan rumah para pekerja, bahkan dari cat rumah pun kita bisa membedakan mana
rumah pekerja dan mana rumah krani (staf).
Rumah staf dan rumah guru-guru menggunakan cat warna kuning muda, sedangkan cat
rumah pekerja berwarna merah tua.
Setiap
jam 5 pagi, akan ada suara sirine, tanda bahwa para pekerja harus sudah
berkumpul di depan office ladang,
mereka akan melaksanakan breafing
sebelum bekerja, cek kehadiran, dan pengumuman-pengumuman yang terkait dengan
tugas pekerjaan mereka. Saya takjub melihat pola hidup mereka yang dalam
kondisi pagi buta, disaat orang-orang masih tertidur pulas, mereka sudah
berkumpul untuk bersiap bekerja, tidak hanya orang tua saja, anak-anak pun
sudah terbiasa bangun pagi, yang masih kecil langsung disiapkan dan di titipkan
di kandang budak (tempat penitipan
anak-anak pekerja), sedangkan yang sudah besar-besar bersiap untuk pergi
sekolah. Sehingga, jam 6 pagi sekolah Humana sudah penuh dengan siswa. Para
pekerja akan pulang sekitar jam 2 tengah hari, akan tetapi jika mereka OT (Over Time), mereka akan pulang jam 6
petang atau bahkan jam 8 malam. Para pekerja di ladang Imam Bombalai sebagian
besar memiliki dokumen, akan tetapi biasanya setiap pekerja memiliki lebih dari
2 nama, hal ini karena ada peraturan dari Kerajaan Malaysia, bahwa TKI maksimal
bekerja di Malaysia selama 5 tahun. Sehingga setiap 5 tahun sekali para pekerja
ini akan berganti nama, dan membuat dokumen baru. Disekitar ladang Imam
Bombalai ada ladang-ladang kecil yang tidak tercatat dalam administrasi, mereka
adalah penduduk yang tidak memiliki dokumen, mereka tinggal ditempat-tempat
yang jarang dilewati orang, misalnya di atas sungai-sungai atau di atas hutan
bakau. Keadaan mereka cukup memprihatinkan, apalagi saat musim checking PATI (Pendatang Asing Tanpa
Izin) yang dilaksanakan oleh polisi Malaysia, mereka harus terus bersiap siaga
karena bila mereka berhasil tertangkap oleh checking
tersebut, mereka akan ditangkap dan dipulangkan ke Indonesia. Pernah suatu saat
ada acara pernikahan, dan tiba-tiba ada checking
polisi Malaysia ke tempat mereka, akhirnya acara pernikahan yang seharusnya itu
banyak orang, menjadi tempat yang kosong, semua orang berlarian termasuk
sepasang pengantinnya, yang tertinggal ditempat pernikahan itu hanya baskom-baskom (sebuah wadah menyimpan
beras) dan kursi-kursi saja.
Saya
ditugaskan di Humana 118, ladang Imam Bombalai. Sebuah pusat bimbingan belajar
setingkat TK dan SD yang ada di Sabah. Anak-Anak TKI tidak dapat bersekolah di
sekolah Kebangsaan Malaysia, karena sekolah Kebangsaan Malaysia hanya
diperuntukan untuk penduduk asli Malaysia atau biasa disebut pemegang IC
(Identity Card) atau My Card. Humana 118 memiliki sekitar 214 siswa yang
merupakan anak-anak TKI yang terdiri dari 2 kelas Tadika (TK), dan 6 kelas
Darja (SD). Bangunan sekolah merupakan bangunan semi permanen, yang terdiri
dari 3 ruang kelas, 1 bilik guru, 1 ruang baca, 1 ruang store, 1 tandas (toilet)
siswa, dan 1 toilet guru. Guru yang mengajar di Humana 118 terdiri dari 5 orang
guru, 2 orang guru Indonesia dan 3 orang guru tempatan. Kegiatan pembelajaran
dilaksanakan setiap hari senin sampai jum’at. Karena keterbatasan ruang kelas,
kami terpaksa menggabung beberapa kelas dalam satu ruang kelas, sehingga sering
melaksanakan pembelajaran multigrade. Hal yang cukup membuat saya miris adalah
perilaku siswa yang sangat jauh dari kata sopan, saya selalu berbicara kepada
diri sendiri bahwa siswa-siswi seperti itu karena mereka belum tahu, selama ini
yang mereka tahu adalah kehidupan ladang yang cukup keras, baik bahasa maupun
perilaku siswa-siswi tersebut lumayan kurang ajar, dan itu menjadi salah satu
tugas saya untuk memperbaikinya. Selain karena kebiasaan hidup di ladang yang
cukup keras, perilaku siswa-siswi tersebut kurang sopan itu karena minimnya
pengetahuan agama. Orang tua mereka pun sama, sama-sama kurang pengetahuan
agamanya, untuk pengetahuan agama yang sederhana menurut ukuran kita pun,
mereka belum tahu. Sehingga dari sanalah tugas saya menjadi semakin bertambah
untuk membina mereka.
Kurikulum
yang digunakan Humana adalah kurikulum Malaysia. Beberapa hal yang sedikit
berbeda misalnya mengenai cara mengeja. Disini anak-anak diajarkan mengeja
dengan bahasa Inggris, dan membaca dengan bahasa Melayu. Misalnya untuk mengeja
kata “Saya”, mereka akan mengeja Es E Sa, Way E Ya, Saya. Saya merasa takjub
dengan kemampuan anak-anak Tadika (TK) yang sudah pandai membaca, karena secara
pengucapan antara huruf dengan ejaan berbeda. Selain itu, kurikulum Malaysia
cukup memperhatikan umur siswa, siswa yang sudah cukup umur, diperkenankan
untuk berada di kelas yang sesuai, walaupun secara kemampuan mereka masih
kurang. Setiap ujian akhir sekolah, dapat dipastikan 100% siswanya lulus, tapi
dengan nilai yang berbeda-beda, ada yang nilainya bagus, ada juga yang
seadanya. Disini tidak ada yang namanya ketakutan siswa yang khawatir tidak
lulus dalam Ujian Sekolah.
Selain
kegiatan pembelajaran, Humana pun mengadakan pembinaan keagamaan, misalnya
shalat berjamaah saat jam istirahat, memperingati hari-hari besar Agama Islam,
membiasakan siswa berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas dan
kegiatan mengaji diluar jam belajar sekolah. Kegiatan sukan pun sering kami
laksanakan, misalnya mengadakan perlombaan olah raga, seni, dan lain-lain.
Sekolah pun cukup aktif mengikuti berbagai perlombaan, baik dibidang akademik
maupun non akademik, misalnya dibidang akademik ada perlombaan cerdas – cermat
tingkat SD yang dilaksanakan Konsulat RI Tawau dan perlombaan science antar bangsa yang dilaksanakan
oleh sekolah Kebangsaan Malaysia. Sedangkan dibidang non akademik ada
perlombaan sukan, salah satunya perlombaan sepak bola antar sekolah. Dalam
perlombaan sepak bola, biasanya para pemain diwajibkan untuk memakai sepatu
bola, sedangkan anak-anak selama ini terbiasa main bola dengan kaki telanjang
atau tanpa sepatu, bagi mereka lebih baik kakinya terkena kerikil panas yang
terkena matahari, daripada harus memakai sepatu bola saat bermain bola, karena
memakai sepatu bola saat bermain, membuat gerakan mereka terbatas, dan mereka
merasa kaku saat membawa bola.
Walaupun jumlah siswa
di Humana 118 dapat dikatakan banyak, tapi masih banyak juga anak-anak
Indonesia yang belum mendapatkan layanan pendidikan. Biasanya anak-anak itu
lebih memilih bekerja, karena selain pekerjaan itu merupakan sumber penghasilan
keluarga, tidak sedikit anak-anak itu menjadi penjamin untuk tempat tinggal
keluarganya. Setiap pekerja (biasanya pekerja kilang atau pabrik) akan
mendapatkan satu rumah untuk tempat tinggal mereka, rumah itu akan diambil
kembali oleh perusahaan jika pekerjanya pensiun atau memang sudah tidak bekerja
lagi. Dan supaya mereka masih bisa punya tempat tinggal, maka harus ada yang terus
bekerja di kilang itu. Biasanya anak-anak yang bekerja itu adalah mereka yang
orang tuanya jauh, anak-anak yang tinggal dengan nenek atau kakek mereka yang
sudah tidak mampu bekerja lagi. Pemerintah Indonesia sudah berupaya untuk
menanggulangi pelayanan pendidikan ini. Semoga program pengiriman guru
Indonesia ke Sabah ini menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki pendidikan
anak-anak Indonesia
SAYA MAS ANTO DARI JAWAH TENGAH.
BalasHapusDEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI BODAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI BODAS DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....
…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI BODAS…
**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..
…=>AKI BODAS<=…
>>>085-320-279-333<<<
SAYA MAS ANTO DARI JAWAH TENGAH.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI BODAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI BODAS DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....
…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI BODAS…
**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..
…=>AKI BODAS<=…
>>>085-320-279-333<<<