Assalamualaikum..

Semoga keberadaan blog ini membawa manfaat untuk semua pihak. Jangan pernah lelah untuk mengukir prestasi, jangan pernah lelah untuk bermanfaat untuk sekitar, serta tetap sabar, syukur, dan ikhlas. Aamiin.

Rabu, 07 September 2016

Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung


Saya pertama kali datang ke Sabah tanggal 28 Juni 2012, bersama-sama dengan rombongan pendidik tahap 3 untuk melaksanakan tugas mengajar selama 2 tahun lamanya. Jumlah pendidik tahap 3 yang datang ke Sabah saat itu sebanyak 55 orang, dengan penempatan mengajar di Humana (Pusat Bimbingan Belajar setingkat TK dan SD) dan di Community Learning Center atau CLC (setingkat SMP Terbuka).
Sabah adalah wilayah Negara Malaysia Timur yang sebagian besar wilayahnya merupakan hamparan hutan sawit. Pernah saya bertanya pada seorang penduduk di sini, dimanakan ujung sawit-sawit itu, jawab penduduk tersebut, ujung sawit itu adalah laut, yang artinya memang mayoritas wilayah sabah merupakan perkebunan sawit (biasa kami sebut ladang sawit). Sabah satu pulau dengan pulau Kalimantan Indonesia, sehingga tidak heran jika cukup banyak dihuni oleh TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Terutama di tempat saya ditugaskan mengajar, di wilayah Tawau, yang merupakan perbatasan langsung dengan wilayah Indonesia, hanya dengan waktu 15 menit menyebrang laut dengan menggunakan boat kecil kita sudah bisa sampai di Indonesia.
Beberapa hal unik yang saya temukan disini, yang pertama mengenai makanan, makanan disini seperti makanan India, banyak kari, dan memakai bumbu yang cukup menyengat hidung. Ada juga beberapa sayur, yang kalau di Indonesia itu adalah rumput, disini ternyata tanaman itu bisa dimakan. Selain makanan, dalam hal perdagangan di sini pun ada konsep yang namanya “Layan Diri” saat kita berbelanja di sebuah kedai (toko), kita memang benar-benar melayani diri sendiri saat berbelanja, mengambil barang sendiri, menyiapkan sendiri, hal tersebut sangat jauh berbeda dengan konsep “Pembeli adalah Raja” yang ada di Indonesia. Pada awal saya datang, saya heran kenapa penjual seperti tidak suka jika saya membeli, dan minta si penjual mengambilkan barang yang mau saya beli. Tapi seiring berjalan waktu, saya dapat memahami perbedaan culture tersebut. Ada juga hal unik mengenai pakaian, saya sedikit heran dengan kebiasaan wanita yang berkerudung tapi dengan baju berlengan pendek, seiring berjalannya waktu, saya mengetahui bahwa orang yang menggunakan baju lengan pendek dan berkerudung itu lebih baik dari pada yang tidak pakai kerudung sama sekali. Karena, untuk memasuki mesjid disini wanita harus pake kerudung (walaupun mungkin bajunya belum sesuai). Setidaknya orang yang memakai kerudung dengan baju lengan pendek itu masih melaksanakan shalat ke mesjid. Hal unik lainnya yang akan kita temui di Sabah adalah mengenai kosakata bahasa Inggris yang penulisannya dengan menggunakan bahasa melayu, seperti ais kiub (es batu), enjin (mesin), dan lain-lain. Beberapa kata mengalami homofon (persamaan tulisan dan pengucapan, dengan arti yang berbeda) dalam bahasa Sabah dengan bahasa Indonesia, sebagai contoh misalnya kata “jemput” disini artinya mengundang, bukan menjemput dengan kendaraan, pernah saya waktu itu di jemput ke sebuah acara pernikahan, saya tunggu-tunggu jemputannya, tapi tak kunjung datang, ternyata saya salah mengartikan kata jemput tersebut. Ada juga kata “kita”, dimana “kita”nya Indonesia merupakan kosakata yang menunjukan lebih dari satu orang, tapi “kita”nya Sabah berarti anda. Dalam hal pengucapan pun ada hal unik disini, salah satunya pengucapan huruf “n” di akhir kata, menjadi “ng”, dan sebaliknya pengucapan huruf “ng” di akhir kata, menjadi huruf “n”, misalnya dalam bahasa Indonesia kita mengatakan “Saya jarang makan”, dalam bahasa Sabah, akan terdengar “Saya jaran makang”.
Ladang Imam Bombalai, jika dibandingkan dengan ladang lain dapat dikatakan relatif lebih mudah aksesnya, baik listrik, air, dan signal telpon selular masih dapat diakses dengan baik. Dalam sistem pengurusan ladang, jabatan yang paling tinggi adalah Manager (biasa di sebut Tuan), kemudian di susul dibawahnya Asisten Manager, Mister (pembantu lapangan), Para Staf dan guru-guru, Mandor, person, penyabit, penombak, tukang racun rumput, tukang potong rumput, dan tukang pungut biji sawit. Untuk tempat tinggal pengurus ladang dan guru-guru terpisah dengan rumah para pekerja, bahkan dari cat rumah pun kita bisa membedakan mana rumah pekerja dan mana rumah krani (staf). Rumah staf dan rumah guru-guru menggunakan cat warna kuning muda, sedangkan cat rumah pekerja berwarna merah tua.
Setiap jam 5 pagi, akan ada suara sirine, tanda bahwa para pekerja harus sudah berkumpul di depan office ladang, mereka akan melaksanakan breafing sebelum bekerja, cek kehadiran, dan pengumuman-pengumuman yang terkait dengan tugas pekerjaan mereka. Saya takjub melihat pola hidup mereka yang dalam kondisi pagi buta, disaat orang-orang masih tertidur pulas, mereka sudah berkumpul untuk bersiap bekerja, tidak hanya orang tua saja, anak-anak pun sudah terbiasa bangun pagi, yang masih kecil langsung disiapkan dan di titipkan di kandang budak (tempat penitipan anak-anak pekerja), sedangkan yang sudah besar-besar bersiap untuk pergi sekolah. Sehingga, jam 6 pagi sekolah Humana sudah penuh dengan siswa. Para pekerja akan pulang sekitar jam 2 tengah hari, akan tetapi jika mereka OT (Over Time), mereka akan pulang jam 6 petang atau bahkan jam 8 malam. Para pekerja di ladang Imam Bombalai sebagian besar memiliki dokumen, akan tetapi biasanya setiap pekerja memiliki lebih dari 2 nama, hal ini karena ada peraturan dari Kerajaan Malaysia, bahwa TKI maksimal bekerja di Malaysia selama 5 tahun. Sehingga setiap 5 tahun sekali para pekerja ini akan berganti nama, dan membuat dokumen baru. Disekitar ladang Imam Bombalai ada ladang-ladang kecil yang tidak tercatat dalam administrasi, mereka adalah penduduk yang tidak memiliki dokumen, mereka tinggal ditempat-tempat yang jarang dilewati orang, misalnya di atas sungai-sungai atau di atas hutan bakau. Keadaan mereka cukup memprihatinkan, apalagi saat musim checking PATI (Pendatang Asing Tanpa Izin) yang dilaksanakan oleh polisi Malaysia, mereka harus terus bersiap siaga karena bila mereka berhasil tertangkap oleh checking tersebut, mereka akan ditangkap dan dipulangkan ke Indonesia. Pernah suatu saat ada acara pernikahan, dan tiba-tiba ada checking polisi Malaysia ke tempat mereka, akhirnya acara pernikahan yang seharusnya itu banyak orang, menjadi tempat yang kosong, semua orang berlarian termasuk sepasang pengantinnya, yang tertinggal ditempat pernikahan itu hanya baskom-baskom (sebuah wadah menyimpan beras) dan kursi-kursi saja.
Saya ditugaskan di Humana 118, ladang Imam Bombalai. Sebuah pusat bimbingan belajar setingkat TK dan SD yang ada di Sabah. Anak-Anak TKI tidak dapat bersekolah di sekolah Kebangsaan Malaysia, karena sekolah Kebangsaan Malaysia hanya diperuntukan untuk penduduk asli Malaysia atau biasa disebut pemegang IC (Identity Card) atau My Card. Humana 118 memiliki sekitar 214 siswa yang merupakan anak-anak TKI yang terdiri dari 2 kelas Tadika (TK), dan 6 kelas Darja (SD). Bangunan sekolah merupakan bangunan semi permanen, yang terdiri dari 3 ruang kelas, 1 bilik guru, 1 ruang baca, 1 ruang store, 1 tandas (toilet) siswa, dan 1 toilet guru. Guru yang mengajar di Humana 118 terdiri dari 5 orang guru, 2 orang guru Indonesia dan 3 orang guru tempatan. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan setiap hari senin sampai jum’at. Karena keterbatasan ruang kelas, kami terpaksa menggabung beberapa kelas dalam satu ruang kelas, sehingga sering melaksanakan pembelajaran multigrade. Hal yang cukup membuat saya miris adalah perilaku siswa yang sangat jauh dari kata sopan, saya selalu berbicara kepada diri sendiri bahwa siswa-siswi seperti itu karena mereka belum tahu, selama ini yang mereka tahu adalah kehidupan ladang yang cukup keras, baik bahasa maupun perilaku siswa-siswi tersebut lumayan kurang ajar, dan itu menjadi salah satu tugas saya untuk memperbaikinya. Selain karena kebiasaan hidup di ladang yang cukup keras, perilaku siswa-siswi tersebut kurang sopan itu karena minimnya pengetahuan agama. Orang tua mereka pun sama, sama-sama kurang pengetahuan agamanya, untuk pengetahuan agama yang sederhana menurut ukuran kita pun, mereka belum tahu. Sehingga dari sanalah tugas saya menjadi semakin bertambah untuk membina mereka.
Kurikulum yang digunakan Humana adalah kurikulum Malaysia. Beberapa hal yang sedikit berbeda misalnya mengenai cara mengeja. Disini anak-anak diajarkan mengeja dengan bahasa Inggris, dan membaca dengan bahasa Melayu. Misalnya untuk mengeja kata “Saya”, mereka akan mengeja Es E Sa, Way E Ya, Saya. Saya merasa takjub dengan kemampuan anak-anak Tadika (TK) yang sudah pandai membaca, karena secara pengucapan antara huruf dengan ejaan berbeda. Selain itu, kurikulum Malaysia cukup memperhatikan umur siswa, siswa yang sudah cukup umur, diperkenankan untuk berada di kelas yang sesuai, walaupun secara kemampuan mereka masih kurang. Setiap ujian akhir sekolah, dapat dipastikan 100% siswanya lulus, tapi dengan nilai yang berbeda-beda, ada yang nilainya bagus, ada juga yang seadanya. Disini tidak ada yang namanya ketakutan siswa yang khawatir tidak lulus dalam Ujian Sekolah.
Selain kegiatan pembelajaran, Humana pun mengadakan pembinaan keagamaan, misalnya shalat berjamaah saat jam istirahat, memperingati hari-hari besar Agama Islam, membiasakan siswa berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas dan kegiatan mengaji diluar jam belajar sekolah. Kegiatan sukan pun sering kami laksanakan, misalnya mengadakan perlombaan olah raga, seni, dan lain-lain. Sekolah pun cukup aktif mengikuti berbagai perlombaan, baik dibidang akademik maupun non akademik, misalnya dibidang akademik ada perlombaan cerdas – cermat tingkat SD yang dilaksanakan Konsulat RI Tawau dan perlombaan science antar bangsa yang dilaksanakan oleh sekolah Kebangsaan Malaysia. Sedangkan dibidang non akademik ada perlombaan sukan, salah satunya perlombaan sepak bola antar sekolah. Dalam perlombaan sepak bola, biasanya para pemain diwajibkan untuk memakai sepatu bola, sedangkan anak-anak selama ini terbiasa main bola dengan kaki telanjang atau tanpa sepatu, bagi mereka lebih baik kakinya terkena kerikil panas yang terkena matahari, daripada harus memakai sepatu bola saat bermain bola, karena memakai sepatu bola saat bermain, membuat gerakan mereka terbatas, dan mereka merasa kaku saat membawa bola.
Walaupun jumlah siswa di Humana 118 dapat dikatakan banyak, tapi masih banyak juga anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan layanan pendidikan. Biasanya anak-anak itu lebih memilih bekerja, karena selain pekerjaan itu merupakan sumber penghasilan keluarga, tidak sedikit anak-anak itu menjadi penjamin untuk tempat tinggal keluarganya. Setiap pekerja (biasanya pekerja kilang atau pabrik) akan mendapatkan satu rumah untuk tempat tinggal mereka, rumah itu akan diambil kembali oleh perusahaan jika pekerjanya pensiun atau memang sudah tidak bekerja lagi. Dan supaya mereka masih bisa punya tempat tinggal, maka harus ada yang terus bekerja di kilang itu. Biasanya anak-anak yang bekerja itu adalah mereka yang orang tuanya jauh, anak-anak yang tinggal dengan nenek atau kakek mereka yang sudah tidak mampu bekerja lagi. Pemerintah Indonesia sudah berupaya untuk menanggulangi pelayanan pendidikan ini. Semoga program pengiriman guru Indonesia ke Sabah ini menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki pendidikan anak-anak Indonesia

1 komentar:

  1. SAYA MAS ANTO DARI JAWAH TENGAH.
    DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
    HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI BODAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI BODAS DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

    …TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI BODAS…

    **** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
    1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
    2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
    3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
    4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

    …=>AKI BODAS<=…
    >>>085-320-279-333<<<






    SAYA MAS ANTO DARI JAWAH TENGAH.
    DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
    HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI BODAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI BODAS DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

    …TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI BODAS…

    **** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
    1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
    2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
    3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
    4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

    …=>AKI BODAS<=…
    >>>085-320-279-333<<<

    BalasHapus