Ada beberapa alasan saya lebih memilih berjalan kaki, diantaranya adalah karena saya yang sampai saat ini belum bisa mengendarai baik motor ataupun mobil. Beberapa orang sering terheran-heran dengan saya yang seperti tidak ada keinginan untuk belajar motor atau pun mobil, padahal di rumah motor dan mobil sudah ada. Ada beberapa alasan saya kenapa belum mau mempelajarinya, dan alasan yang paling utama adalah karena saya fobia kecepatan. Apabila saya menaiki kendaraan ada perasaan takut yang menerpa saya. Memang untuk sebagian orang sulit untuk mengerti. Dan menurut saya, orang akan mengerti ketika mereka mengalaminya sendiri. Selain karena fobia kecepatan, saya merasa kehidupan saya masih bisa berjalan normal walaupun dengan saya belum bisa mengendarai motor atau mobil. Saya sangat bersyukur memiliki suami yang senantiasa siap mengantar kemana pun saya pergi. Alhamdulillah...Dan apabila suami tengah bekerja keluar kota, saya lebih memilih jalan kaki dan naik kendaraan umum.
Sebenarnya ada hal lain yang dirasakan saat kita berjalan kaki dan menaiki kendaraan umum. Kalau biasanya kita cukup naik kendaraan, dan tau-tau sudah sampai tujuan, ada kejutan-kejutan menarik yang akan kita alami saat kita berjalan kaki dan menaiki kendaraan.
Sebagai contoh, ketika saya berjalan kaki dari rumah menuju sekolah tempat saya mengajar. Saya melewati jalan yang persis dilewati siswa saya yang juga sama-sama menuju ke sekolah. Saya merasa terheran-heran, kok ada yaa siswa yang tidak mau mengajak gurunya naik kendaraan bersamanya. Walaupun sebenarnya saya tidak menginginkan naik kendaraan bersama mereka. Tapi setidaknya, prilaku anak terhadap gurunya yang usia lebih tua harus ada tatakrama yang baik. Menawarkan tumpangan misalnya.
Selain itu, saya selalu teringat akan hal-hal yang pernah terjadi disekitar jalan yang saya lewati. Pernah suatu hari ada orang yang berjalan kaki ditabrak motor dari arah belakang, dan alasan si penabrak adalah karena tidak terlihat. Atau peristiwa penculikan anak kecil yang sampai saat ini belum ketemu titik terangnya. Atau cerita jembatan yang dibangun oleh ayah sahabat saya, bahkan cerita tentang kolam renang dengan segala keunikannya.
Keseruan berjalan kaki juga akan kita temukan saat kita bertemu dengan orang yang kita kenal. Sebagian mereka pasti merasa heran saat melihat masih ada orang yang mau berjalan kaki. Dalam hati saya bertanya-tanya, apa yang salah dengan berjalan kaki? apakah karena takut terlihat miskin?. Bagi saya, tidak masalah saat kita terlihat miskin, tapi malulah saat kita berpura-pura kaya.
Tapi yang pasti, jalan kaki itu ada efek positifnya untuk kita, dan sangat baik untuk kesehatan tubuh kita. Seperti yang sudah digaungkan tentang gerakan 1000 langkah per hari, saya fikir pasti ada manfaat besar dibalik itu semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar