Menurut surat tugas,
saya ditempatkan menjadi pendidik
salah satu lembaga pendidikan swasta, tepatnya di Pusat Bimbingan Humana 118 ladang Imam Bombalai Sime Darby distrik Tawau Sabah Malaysia, akan tetapi dalam
pelaksanaannya, selain mengajar di Humana yakni sekolah setingkat TK dan SD,
saya pun menjadi Guru Bina pada CLC Bombalai yang merupakan sekolah setingkat
dengan SMPT.
Sime Darby
merupakan salah satu state besar dan termuka di dunia yang bergerak dalam bidang kelapa
sawit. Ladang yang saya tempati hanya berjarak sekitar 17 km dari bandar Tawau, sehingga transportasi dan komunikasi (khususnya
signal) dapat berjalan dengan baik.
Saya tinggal di salah satu ladang yang berada dibawah naungan Sime Darby, yakni
di ladang Imam Bombalai.
Pada
awalnya saya tinggal di perumahan staf yang disediakan oleh pihak ladang untuk
para pendidik. Jarak dari rumah saya yang dulu ke sekolah sekitar 2 km. Akan
tetapi dalam suatu waktu, rumah saya mengalami pencurian. Pencurian tersebut sudah terjadi
selama tiga kali kejadian, kejadian pertama dan kedua, para pencuri gagal masuk
rumah dikarenakan sempat kepergok,
tapi pada percobaan kemalingan yang ketiga,
pencuri berhasil masuk kerumah saya dengan merusak bagian dinding rumah yang
terbuat dari kayu, karena memang kondisi rumah
saya sudah sangat tua, dan sangat mudah untuk dibobol kayunya.
Setelah kejadian
kemalingan tersebut, saya beserta rekan guru yang satu rumah dengan saya pindah
ke perumahan pekerja, yang sebelumnya ditempati oleh kawan guru Indonesia yang
laki-laki. Walaupun saat ini saya tinggal di perumahan pekerja, tapi saya
merasa lebih aman. Karena di perumahan pekerja saya memiliki banyak tetangga
dan suasananya selalu ramai, berbeda dengan suasana di rumah staf sebelumnya yang suasananya
sepi, dan jarang tetangga yang tinggal di sekitar rumah.
Jarak dari gate (jalan raya) ke tempat tinggal saya yang
baru berjarak sekitar 1,5 km. Pada awalnya, rumah pekerja yang saat ini saya tempati
listriknya tidak 24 jam menyala, listrik hanya menyala
dari jam 17.30 petang sampai jam 24.00 tengah malam, kemudian listrik menyala
kembali jam 04.00 sampai jam 06.30 pagi hari. Tapi alhamdulilah saat ini rumah kami sudah dipasang meteran listrik
sendiri, sehingga penggunaan listrik lebih leluasa dan dapat digunakan kapan
saja.
Keadaan air di perumahan
pekerja pun yang dahulu sering
mati, semakin hari semakin membaik dan penyaluran air sudah
mulai lancar. Lokasi rumah yang saya tempati cukup
jauh dari sumber air, sehingga cara saya untuk mengantisipasi kemacetan air dengan
cara menadah air kedalam tempat yang besar, sehingga disaat air tengah
mengalami kemacetan, saya masih bisa menggunakan cadangan air yang sudah ditadah
tersebut.
Pusat Bimbingan
Humana 118 Bombalai Sime Darby berada
di ladang Imam Bombalai. ladang Imam memiliki 2
Pusat Bimbingan Humana, yakni Pusat
Bimbingan Humana di ladang Bombalai dan di ladang Andrassy, sehingga untuk sekolah saya
biasa menggunakan nama ladang Imam Bombalai.
Secara
geografis
ladang Imam Bombalai terletak
disebelah utara kampung Burut, sebelah barat berbatasan dengan kampung Pitas, sebelah selatan berbatasan dengan kampug Indah, dan sebelah timur berbatasan dengan kampung Table. Sekolah Humana yang didirikan di Bombalai memang sangat strategis,
mewadahi banyak perkampungan disekitarnya adapun
nama-nama perkampungan yang ada disekitar sekolah humana adalah kampung Indah, kampung Mutiara, kampung Sungai Imam, kampung Mawar, kampung Pitas, kampung Beruang, kampung Tawar, kampung Table, dan kampung Arongan hingga
kampung Jambatan Putih, dan ada juga perkampungan yang tidak tercatat dalam
administrasi distrik tawau, seperti kampung Jembatan I, Jembatan II, dan Pangkalan, perkampungan ini dibuat oleh masyarakat pendatang yang lahannya
berasal dari hutan bakau dipinggir sungai yang airnya telah lama surut dan
garis sungai yang telah jauh berpindah dan tidak ada pemiliknya.
Transportasi dari sekolah Humana ke Bandar Tawau pun relatif mudah
terjangkau. Bus umum sudah mulai beroperasi dari jam 07.00 sampai jam 16.00, sehingga akses sekolah untuk ke lokasi-lokasi penting di Bandar pun
mudah dan terjangkau. Berikut adalah peta perjalanan dari Bandar Tawau ke
Sekolah Humana 118 ladang Imam Bombalai :
![]() |
Peta
Humana 18 dari Bandar Tawau, jarak +
17 KM
Contact Person :
Yeli Kurnia, S.Pd (+60168287835)
Rahmawati Binti Hj. Mohd. Yaras
(+60138524140)
Selain kondisi
tersebut di state Sime Darby Plantation memiliki jabatan yang hierarki mulai dari
General Manajer, Manajer, Tuan, Mister, Mandor, ketua gang, sampai ke pekerja sawit,
person, dareba (supir), pembuang baja (pembuang pupuk), dan lain-lain yang pada
umumnya penduduk berasal dari suku Bugis, Timor, dan Jawa.
Dari segi
kehidupan sosial kemasyarakatan berlangsung secara aman dan hidup bertoleransi,
namun dari segi aktivitas kehidupan mereka, yang bekerja dari jam 05:30 hingga jam 17:00 yang menjadikan anak mereka hidup bebas dan tidak terkontrol, bukan
hanya anak, tapi orang tua merekapun kebanyakan memiliki kebiasaan minum alkhol
dan berjudi mulai dari sabung ayam sampai main joker, perempuan yang di
nikahkan pada usia muda padahal masih bisa lanjut sekolah, yang pada umumnya
berusia 15 tahun, yang paling memprihatinkan adalah para pemuda yang masih
senang menghisap batu (sabu, ganja) obat-obat terlarang.
Dari segi keagamaan Bombalai pun dekat dengan pesantren yang menghafal alquran atau
disini biasa disebut sekolah tahfiz, dan sekolah belajar menulis jawi untuk
sekolah dasar, setiap malam jumat, ada ustad yang berkeliling ke rumah-rumah
untuk ceramah

macam mana mau apply guru humana?
BalasHapus