Assalamualaikum..

Semoga keberadaan blog ini membawa manfaat untuk semua pihak. Jangan pernah lelah untuk mengukir prestasi, jangan pernah lelah untuk bermanfaat untuk sekitar, serta tetap sabar, syukur, dan ikhlas. Aamiin.

Selasa, 06 September 2016

Selayang Pandang Pusat Bimbingan Humana 118 Bombalai Tawau, Sabah, Malaysia

Menurut surat tugas, saya ditempatkan menjadi pendidik salah satu lembaga pendidikan swasta, tepatnya di Pusat Bimbingan Humana 118 ladang Imam Bombalai Sime Darby distrik Tawau Sabah Malaysia, akan tetapi dalam pelaksanaannya, selain mengajar di Humana yakni sekolah setingkat TK dan SD, saya pun menjadi Guru Bina pada CLC Bombalai yang merupakan sekolah setingkat dengan SMPT.
Sime Darby merupakan salah satu state besar dan termuka di dunia yang bergerak dalam bidang kelapa sawit. Ladang yang saya tempati hanya berjarak sekitar 17 km dari bandar Tawau, sehingga transportasi dan komunikasi (khususnya signal) dapat berjalan dengan baik. Saya tinggal di salah satu ladang yang berada dibawah naungan Sime Darby, yakni di ladang Imam Bombalai.
Pada awalnya saya tinggal di perumahan  staf yang disediakan oleh pihak ladang untuk para pendidik. Jarak dari rumah saya yang dulu ke sekolah sekitar 2 km. Akan tetapi dalam suatu waktu, rumah saya mengalami pencurian. Pencurian tersebut sudah terjadi selama tiga kali kejadian, kejadian pertama dan kedua, para pencuri gagal masuk rumah dikarenakan sempat kepergok, tapi pada percobaan kemalingan yang ketiga, pencuri berhasil masuk kerumah saya dengan merusak bagian dinding rumah yang terbuat dari kayu, karena memang kondisi rumah saya sudah sangat tua, dan sangat mudah untuk dibobol kayunya.
Setelah kejadian kemalingan tersebut, saya beserta rekan guru yang satu rumah dengan saya pindah ke perumahan pekerja, yang sebelumnya ditempati oleh kawan guru Indonesia yang laki-laki. Walaupun saat ini saya tinggal di perumahan pekerja, tapi saya merasa lebih aman. Karena di perumahan pekerja saya memiliki banyak tetangga dan suasananya selalu ramai, berbeda dengan suasana di rumah staf sebelumnya yang suasananya sepi, dan jarang tetangga yang tinggal di sekitar rumah.
Jarak dari gate (jalan raya) ke tempat tinggal saya yang baru berjarak sekitar 1,5 km. Pada awalnya, rumah pekerja yang saat ini saya tempati listriknya tidak 24 jam menyala, listrik hanya menyala dari jam 17.30 petang sampai jam 24.00 tengah malam, kemudian listrik menyala kembali jam 04.00 sampai jam 06.30 pagi hari. Tapi alhamdulilah saat ini rumah kami sudah dipasang meteran listrik sendiri, sehingga penggunaan listrik lebih leluasa dan dapat digunakan kapan saja. Keadaan air di perumahan pekerja pun yang dahulu sering mati, semakin hari semakin membaik dan penyaluran air sudah mulai lancar. Lokasi rumah yang saya tempati cukup jauh dari sumber air, sehingga cara saya untuk mengantisipasi kemacetan air dengan cara menadah air kedalam tempat yang besar, sehingga disaat air tengah mengalami kemacetan, saya masih bisa menggunakan cadangan air yang sudah ditadah tersebut.
Pusat Bimbingan Humana 118 Bombalai Sime Darby berada di ladang Imam Bombalai. ladang Imam memiliki 2 Pusat Bimbingan Humana, yakni Pusat Bimbingan Humana di ladang  Bombalai dan di ladang Andrassy, sehingga untuk sekolah saya biasa menggunakan nama ladang Imam Bombalai.
Secara geografis ladang Imam Bombalai terletak disebelah utara kampung Burut, sebelah barat berbatasan dengan kampung Pitas, sebelah selatan berbatasan dengan kampug Indah, dan sebelah timur berbatasan dengan kampung Table. Sekolah Humana yang didirikan di Bombalai memang sangat strategis, mewadahi banyak perkampungan disekitarnya adapun nama-nama perkampungan yang ada disekitar sekolah humana adalah kampung Indah, kampung Mutiara, kampung Sungai Imam, kampung Mawar, kampung Pitas, kampung Beruang, kampung Tawar, kampung Table, dan kampung Arongan hingga kampung Jambatan Putih, dan ada juga perkampungan yang tidak tercatat dalam administrasi distrik tawau, seperti kampung Jembatan I, Jembatan II, dan Pangkalan, perkampungan ini dibuat oleh masyarakat pendatang yang lahannya berasal dari hutan bakau dipinggir sungai yang airnya telah lama surut dan garis sungai yang telah jauh berpindah dan tidak ada pemiliknya.
Transportasi dari sekolah Humana ke Bandar Tawau pun relatif mudah terjangkau. Bus umum sudah mulai beroperasi dari jam 07.00 sampai jam 16.00, sehingga akses sekolah untuk ke lokasi-lokasi penting di Bandar pun mudah dan terjangkau. Berikut adalah peta perjalanan dari Bandar Tawau ke Sekolah Humana 118 ladang Imam Bombalai :
 














Peta Humana 18 dari  Bandar Tawau,  jarak  + 17 KM
Contact Person :
Yeli Kurnia, S.Pd (+60168287835)
Rahmawati Binti Hj. Mohd. Yaras (+60138524140)

Selain kondisi tersebut di state Sime Darby Plantation memiliki jabatan yang hierarki mulai dari General Manajer, Manajer, Tuan, Mister, Mandor, ketua gang, sampai ke pekerja sawit, person, dareba (supir), pembuang baja (pembuang pupuk), dan lain-lain yang pada umumnya penduduk berasal dari suku Bugis, Timor, dan Jawa.
Dari segi kehidupan sosial kemasyarakatan berlangsung secara aman dan hidup bertoleransi, namun dari segi aktivitas kehidupan mereka, yang bekerja dari jam 05:30 hingga jam 17:00 yang menjadikan anak mereka hidup bebas dan tidak terkontrol, bukan hanya anak, tapi orang tua merekapun kebanyakan memiliki kebiasaan minum alkhol dan berjudi mulai dari sabung ayam sampai main joker, perempuan yang di nikahkan pada usia muda padahal masih bisa lanjut sekolah, yang pada umumnya berusia 15 tahun, yang paling memprihatinkan adalah para pemuda yang masih senang menghisap batu (sabu, ganja) obat-obat terlarang.
Dari segi keagamaan Bombalai pun dekat dengan pesantren yang menghafal alquran atau disini biasa disebut sekolah tahfiz, dan sekolah belajar menulis jawi untuk sekolah dasar, setiap malam jumat, ada ustad yang berkeliling ke rumah-rumah untuk ceramah

1 komentar: