Assalamualaikum..

Semoga keberadaan blog ini membawa manfaat untuk semua pihak. Jangan pernah lelah untuk mengukir prestasi, jangan pernah lelah untuk bermanfaat untuk sekitar, serta tetap sabar, syukur, dan ikhlas. Aamiin.

Selasa, 06 September 2016

Motivasi Mengajar Anak TKI di Sabah Malaysia

Saya dilahirkan bukan berasal dari lingkungan keluarga pendidik, pada awalnya tidak ada rencana ataupun keinginan saya menjadi seorang guru, sejak kecil saya ingin sekali bekerja di perusahaan, itulah sebabnya saya memilih melanjutkan di SMK, setelah lulus saya bekerja di sebuah perusahaan milik Jepang di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebagai karyawati pada Production Planning and Inventory Control (PPIC). Setelah satu tahun saya bekerja disana, saya merasa bukan menjadi karyawati perusahaan yang sesuai dengan hati nurani saya, akhirnya saya mengundurkan diri dari perusahaan dan melanjutkan kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, sebuah Universitas Negeri yang notabene merupakan universitas pencetak para calon pendidik. Selama menjalani pendidikan di UPI saya mulai mencitai dunia pendidikan. Menurut saya dunia pendidikan begitu menarik, saling berbagi ilmu, saling berbagi pengalaman, dan terjadi interaksi antara dua sisi yaitu seorang pendidik dan seorang pelajar.
Dalam satu kesempatan, setelah saya lulus kuliah, saya diterima menjadi pendidik anak-anak Indonesia di Sabah Malaysia. Saat ini saya sudah hidup bersama anak-anak ladang di Sabah sekitar 3,5 tahun lamanya untuk mengajar anak-anak Indonesia, saya pun semakin menyayangi murid saya. Saya merasa betapa pentingnya mengamalkan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah, khususnya dengan mengajarkan ilmu tersebut kepada anak-anak  Indonesia yang ada di Malaysia, sehingga siswa tersebut bangga terhadap bangsa  Indonesia yang merupakan tanah air mereka. Dan pada akhirnya saya berharap anak-anak ladang ini tidak tertinggal pendidikannya, mereka dapat mensejajarkan diri dengan siswa lain yang ada di tanah air, karena keberadaan saya disini adalah untuk mengabdi, mendidik putra-putri Indonesia, memberantas keterpurukan pada bidang pendidikan.
Terkadang perasaan letih dan capek mulai mendera saya, namun hari-hari yang terukir dalam keringat aktivitas mengajar itu terkadang saya lupakan ketika melihat senyuman mereka, dan semangatnya yang tidak pernah mati. Hal inilah yang memacu saya untuk memberikan yang terbaik kepada mereka, menjadi motivasi saya untuk terus mendidik, agar mereka menjadi siswa yang bebas dari kebutaaksaraan.
Mudah-mudahan dalam masa pengabdian ini, saya dapat mewujudkan mimpi untuk memberikan yang terbaik bagi anak didik saya di Sabah ini,  agar mereka menjadi anak yang tidak buta huruf, tidak menjadi beban negara saat mereka kembali ke tanah air, dan mereka bisa mengamalkan ilmunya bagi diri sendiri maupun untuk kepentingan khalayak nanti. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar