Semua
anak adalah bintang, galilah, selamilah, dan temukan kemampuan yang
dimilikinya, karena semua ciptaan Allah tidak ada yang gagal, dan pasti banyak
hikmah kenapa dia dilahirkan di dunia ini.
Penerimaan
siswa baru sudah berlangsung di semua sekolah di seluruh pelosok nusantara.
Seleksi pun dilakukan pihak sekolah, mulai dari tes tulis, tes lisan,
pengukuran tinggi badan, berat badan, wawancara dan lain sebagainya, hal ini
dilakukan agar sekolah mendapatkan peserta didik yang ‘cerdas’.
Pada
dasarnya sekolah tidak ingin dimasuki oleh siswa yang ‘bodoh’ atau nakal.
Mungkin mereka lupa bahwa pendidikan adalah hak semua anak, justru anak yang
‘bodoh’ dan nakal itulah yang menyebabkan kenapa sekolah itu harus ada. Jadi
kenapa sekolah hanya mau menerima anak ‘cerdas’ saja? sekolah yang hanya menghasilkan
lulusan yang seragam, lulusan robot-robot yang dicetak oleh sistem sekolah itu
sendiri.
Seorang
siswa bernama Hana selalu mendapatkan nilai 100 untuk pelajaran matematika.
Tapi untuk menyanyi, Hana kalah jauh oleh Dera. Walaupun laki-laki, Wisnu sangat
pandai memasak, sedangkan Rini tidak dapat dipandang sebelah mata kemampuan
bermain basketnya. Semua anak adalah bintang, galilah, selamilah, dan temukan
kemampuan yang dimilikinya, karena semua ciptaan Allah tidak ada yang gagal,
dan pasti banyak hikmah kenapa dia dilahirkan di dunia ini.
Siswa kita bukan bodoh, tapi gurulah yang belum menemukan kelebihan yang
ada pada diri mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar