Assalamualaikum..

Semoga keberadaan blog ini membawa manfaat untuk semua pihak. Jangan pernah lelah untuk mengukir prestasi, jangan pernah lelah untuk bermanfaat untuk sekitar, serta tetap sabar, syukur, dan ikhlas. Aamiin.

Senin, 15 Mei 2017

Pendidik Anak TKI di Sabah Malaysia

Sekitar setahun yang lalu saya baru pulang kembali ke Indonesia setelah 4 tahun lamanya saya mendidik anak Indonesia di Sabah, Malaysia. Saya ditempatkan di Kampung Bombalai Tawau, di Humana 118 dan CLC Bombalai. Dan sampai saat ini, saya masih merindukan tempat itu.

Saya mulai mengikuti seleksi dan pendaftaran menjadi pendidik di Sabah melalui Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Pada saat Bimbingan Teknis (atau biasanya kami bilang Bimtek), disana dijelaskan betapa menyeramkan kehidupan di Sabah, sampai-sampai ada yang dipersilakan untuk mengundurkan diri jika dirasa tidak siap menghadapi medan di ladang-ladang sana.

Tapi setelah saya sampai di tempat tugas, ternyata aslinya tidak seseram yang dibayangkan di awal. Tempatnya cukup asyik, begitupun masyarakatnya cukup baik. Saking betahnya sampai-sampai tidak terasa bahwa sudah 4 tahun saya di kampung bombalai itu.

Jujur saya katakan, saya betah di bombalai, waktu belajar pun sampai-sampai tidak kenal siang ataupun malam. Justru yang mengusik kebetahan saya disana adalah beberapa teman pendidik juga, yang konon kabarnya adalah pendidik berprestasi, tapi melihat segala sesuatunya dari satu sisi, tidak mau melihat sisi lain yang lebih positif. Sebagai contoh, ada beberapa pendidik yang lebih suka bekerja dalam diam, bekerja di belakang layar, tidak pernah ekspos pekerjaan di medsos, tidak pernah posting sudah ngerjain apa, dan misalnya orang ini lebih suka menceritakan kerinduan terhadap keluarganya. Hal itu oleh sebagian orang malah dianggap pendidik tersebut asyik dengan dunianya sendiri, dan tidak berprestasi. Bagi yang mengatakan pendidik tidak berprestasi ini, apakah mereka sudah betul-betul mengecek bagaimana kinerja pendidik tersebut kepada guru lokal, atau bertanya langsung kepada siswa-siswi yang diajarnya. Atau penilaian tidak berprestasi tersebut hanya diperoleh dari mendengar kabar burung saja. Saya yakin pendidik yang dikirim ke Sabah itu semuanya adalah orang luar biasa secara kognitif maupun keterampilan.

Tapi, apapun itu Time Will Tell...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar