Assalamualaikum..

Semoga keberadaan blog ini membawa manfaat untuk semua pihak. Jangan pernah lelah untuk mengukir prestasi, jangan pernah lelah untuk bermanfaat untuk sekitar, serta tetap sabar, syukur, dan ikhlas. Aamiin.

Senin, 15 Mei 2017

Apakah tegas itu harus selalu dengan amarah?

Jawaban nya tentu tidak.

Tegas itu bukan berarti marah-marah. Tegas itu bisa memutuskan tanpa ragu, berdasarkan kesepakatan yang sudah dibuat. Sebenarnya cara menjadi tegas itu tidak serumit sinetron tersanjung atau cinta fitri, tegas cukup membuat aturan bersama lengkap dengan sanksinya, dan apabila terdapat hal yang tidak sesuai aturan, jalankan sanksinya.

Orang yang suka marah-marah, tetapi ketika dalam mengambil keputusan masih plin-plan belum bisa dikatakan tegas kalau menurut saya. Pun ketika orang yang manis, murah senyum, ramah, tetapi ketika ada hal yang harus segera diputuskan dia mantap, dapat dikatakan orang tersebut tegas.

Sebagai contoh berusaha tegas dalam kehidupan sehari-hari adalah misalnya kita punya pembantu. Pembantu kita kurang hati-hati apabila sedang beres-beres di dapur. Hingga suatu hari, ada piring kita yang pecah. Melihat hal tersebut, kita tidak perlu lantas marah-marah, yang harus lakukan adalah membuat kesepakatan dengan pembantu, misalnya kalau pembantu kita sudah memecahkan 7 piring, maka akan diberhentikan pekerjaannya. Dan hingga suatu hari, pembantu kita ternyata sudah memecahkan 7 piring, apapun alasannya kita harus memberhentikan pekerjaannya. Cara memberhentikan tidak perlu dengan marah-marah. Kita tetap bisa sampaikan dengan tenang, dan ucapkan terimakasih atas bantuannya.

Atau contoh lain apabila kita sudah menjadi pimpinan di suatu lembaga. Ada peraturan barang siapa yang ketauan mencuri, maka akan dipecat. Suatu hari ada bawahan kita yang tertangkap kamera cctv mencuri, kita cukup memanggil bawahan tersebut, diberikan ucapan terimakasih dan segera memecatnya. Ini akan menjadi cerminan bagi bawahan yang lain, bahwa peraturan itu dibuat untuk dijalankan. Karena saat ini masih ada pimpinan yang mempertimbangkan kelangsungan hidup orang yang sudah memiliki usia yang susah mencari pekerjaan lain. Kenapa harus khawatir? ada hal-hal yang sudah Allah jaminkan untuk manusia di dunia ini, misalnya rejeki, jodoh, kematian, itu semua hal yang pasti, dan Allah sudah menjaminnya. Justru yang harus kita khawatirkan itu adalah untuk hal-hal yang belum Allah jamin, contohnya : Allah belum menjamin kita masuk Syurga.

Bersikap tegas itu mudah untuk memulainya, tapi sulit untuk konsisten menjalankannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar