Assalamualaikum..

Semoga keberadaan blog ini membawa manfaat untuk semua pihak. Jangan pernah lelah untuk mengukir prestasi, jangan pernah lelah untuk bermanfaat untuk sekitar, serta tetap sabar, syukur, dan ikhlas. Aamiin.

Senin, 12 September 2016

Job Order Costing

1.     Karakteristik Metode Harga Pokok Pesanan (Job Order Costing)
a.  Tujuan produksi perusahaan adalah untuk melayani pesanan pembeli yang bentuknya tergantung pada spesifikasi pesanan, sehingga sifat produksinya terputus-putus dan setiap pesanan dapat dipisahkan identitasnya secara jelas.
b. Biaya produksi dikumpulkan untuk setiap pesanan dengan tujuan dapat dihitung harga pokok pesanan dengan relatif teliti dan adil. Dihubungkan dengan sistem akuntansi biaya yang digunakan untuk membebankan harga pokok kepada produk. metode harga pokok pesanan hanya dapat menggunakan:
1.   Sistem harga pokok historis untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, untuk ketelitian dan keadilan pembebanan biaya overhead pabrik harus digunakan tarif biaya yang ditentukan dimuka.
2.  Dalam metode harga pokok pesanan dapat pula digunakan sistem harga pokok yang ditentukan dimuka untuk seluruh elemen biaya produksi.
c.  Biaya produksi dibagi menajadi dua jenis yaitu:
1.   Biaya langsung meliputi biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung diperhitungkan terhadap masing-masing pesanan berdasarkan biaya yang sebenarnya
2.  Biaya tidak  langsung meliputi biaya produksi diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja tidak langsung.
3.  Biaya tidak langsung dibebankan ketiap-tiap pesananan berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka (Predetermined Rate)
d. Harga pokok pesanan untuk tiap pesanan dihitung pada waktu pesanan  yang  bersangkutan selesai diproduksi.
e. Harga pokok satuan ditetapkan dengan cara membagi total biaya suatu pesanan  dengan jumlah satuan produk pesanan yang bersangkutan.
f.   Untuk megumpulkan biaya produksi masing-masing pesanan, dipakai kartu harga pokok pesanan dimana tercatat hal-hal berikut ini :
Jenis produk              :
Nomor pesanan       :      
Tgl.pesanan               :
Sifat pesanan            :
Nama pemesan        :
Jumlah                         :
Tgl. selesai                 :
Harga jual                   :
Biaya produksi          :
3.  Pencatatan Akuntansi Dalam metode harga pokok pesanan
a.    Akuntansi untuk Biaya Bahan Baku
Pencatatan pemakaian bahan baku didasarkan pada bukti permintaan bahan (material reguisition). Disamping dicatat di kartu persediaan bahan baku, pemakaian tersebut juga harus dicatat di kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan.
Pada saat pembelian:
Persediaan Bahan Baku                                           xxx
                Utang Dagang / kas                                                          xxx
Pada saat terjadi retur pembelian:
Utang Dagang                                                              xxx
                Persediaan Bahan Baku                                                  xxx
Pada saat pembebanan:
BDP – Biaya Bahan Baku                                         xxx
                Persediaan Bahan Baku                                                  xxx
b.    Akuntansi untuk Biaya  Tenaga Kerja
Pembebanan upah langsung ke barang dalam proses, harus dicatat di kartu harga pokok pesanan sesuai dengan pemakaian tenaga kerja yang bersangkutan.
Pada saat pembayaran kepada karyawan:
Utang Gaji dan Upah                                                  xxx
                Kas                                                                                          xxx
Pada saat pembebanan:
BDP – Biaya Tenaga Kerja                                       xxx
                Gaji dan Upah                                                                      xxx
c.     Akuntansi untuk Biaya Overhead Pabrik
Dalam harga pokok pesanan biaya overhead pabrik dibebankan berdasarkan tarif yang ditentukan sebelum proses produksi berjalan (predetermined rate).
Adapun proses penentuan tarif adalah sebagai berikut:
1. Menentukan taksiran besarnya BOP selama periode tertentu
2. Menentukan dasar pembebanan (jam kerja langsung, jam kerja mesin, dll)
3. Menentukan tarif BOP berdasarkan:
                      Taksiran BOP
Tarip BOP =  ------------------  =  Rp ....../Dasar pembebanan
                    Dasar pembebanan
Pada saat pembebanan:
BDP – Biaya Overhead Pabrik                                xxx
                BOP yang dibebankan                                                     xxx
Mencatat BOP Sesungguhnya:
BOP yang sesungguhnya                                        xxx
                Berbagai rekening dikredit                                           xxx
d.    Pencatatan Barang Jadi
Pencatatan barang jadi didasarkan kepada pesanan-pesanan yang telah selesai dengan demikian harga pokok barang jadi didasarkan kepada harga pokok tiap pesanan yang telah selesai dikerjakan, sehingga besarnya harga pokok tersebut dapat dilihat di kartu harga pokok.


Persediaan Barang Jadi                                            xxx
                BDP – Biaya Bahan Baku                                                xxx
                BDP – Biaya Tenaga Kerja                                             xxx
                BDP – Biaya Overhead Pabrik                                       xxx
e.  Pencatatan Persediaan Barang Dalam Proses
Persediaan barang dalam proses                         xxx
                BDP - Biaya Bahan Baku                                                 xxx
                BDP - Biaya Tenaga Kerja                                              xxx
                BDP - Biaya Overhead Pabrik                  xxx
f.   Pencatatan Penyerahan Barang Kepada Pemesan
Piutang                                                                            xxx
                Penjualan                                                                              xxx
g. Pencatatan Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan                                            xxx
                Persediaan barang jadi                                                    xxx


Latihan:
Soal kasus



Kasus 1
PT. MEBEL ANTIK menerima pesanan dari pemesan untuk membuat kursi sebanyak 2000 Unit. Pesanan ini merupakan pesanan dengan nomor 002. Proses produksi melalui dua Departemen Produksi dimana Departemen I sebagai Departemen Pembentukan sedangkan Departemen II sebagai Departemen Penyelesaian. Pesanan ini diterima pada tanggal 03 Maret 1994 dan akan diselesaikan pada tanggal 31 Maret 1994.

Informasi berikut berhubungan dengan pesanan 002 tersebut:
a. 1. Pembelian bahan baku 01 januari 1994  200 m3 kayu @ Rp 500
    2. Pembelian 03 januari 1994 300 m3 kayu @ Rp 650
    3. Pembelian 10 januari 1994 100 m3 kayu @ Rp 550
    4. Pembelian 07 maret 1994  750 m3 kayu @ Rp 600
b.  Permintaan Bahan Baku dibagian gudang untuk Departemen I sebanyak 1.200 m3 kayu .
c.  Keterangan                                     Departemen I                     Derpartemen II
      Jumlah Jam Kerja Langsung           1.200 Jam        2.000 Jam    
      Upah Langsung/Jam                                     Rp 2.000          Rp 1.500
      Jam Mesin yang digunakan            450 Jam                         -
d   Perencanaan BOP pertahun untuk Departemen I sebesar Rp 8.000.000 dengan kapasitas yang direncanakan sebesar 20.000 Jam Mesin sedangkan untuk di Departemen II sebesar Rp 12.000.000 dengan kapasitas yang direncanakan 30.000 Jam Tenaga Kerja Langsung.
e.  Perusahaan dalam penilaian bahan baku menggunakan metode FIFO.Pihak pemesan menyetujui pembayaran pesanannya sebesar total biaya produksi ditambah laba kotor sebesar 40% dari total biaya produksi.
Diminta:
1.    Hitunglah besarnya biaya bahan baku yang digunakan
2.   Tentukan tarif BOP per departemen
3.   Buatlah kartu harga pokok pesanan No. 003 tersebut
4.  Hitunglah total harga pokok produksi
5.   Hitunglah harga jual perunit
6.  Buatlah jurnal yang dibutuhkan

Kasus 2
PT.  JATI  JAYA  bergerak dalam bidang kayu dan metal.  Pada bulan Februari mendapat pesanan 500 kusen pintu dan 2.000 kusen jendela.  Untuk itu perusahaan mengadakan perhitungan ongkos produksinya.  Selama ini untuk membuat 100 kusen pintu dan 100 kusen jendela diperlukan  :
a)  Bahan baku langsung berupa kayu  13 m3  ( 6 m3 untuk jendela & 7 m3 untuk pintu ).
      Data mengenai bahan baku  :
        Persediaan awal         50 m3     @        Rp.  250.000,-   
        Pembelian                 200 m3     @        Rp.  300.000,-
        Retur pembelian        50 m3 
        Ongkos angkut         Rp.  500.000,-
        (metode penentuan harga pokok bahan baku dengan Rata-rata Tertimbang Fisik)
b)  Buruh langsung 750 jam kerja ( 3 jam kerja per kusen jendela dan 4,5 jam kerja untuk satu kusen pintu ) dengan tarif Rp. 1.000,- / jam.
c)  Overhead pabrik terdiri dari  :
        –  Bahan baku tak langsung                Rp.  1.000.000,-
        –  Supplies sebanyak                              Rp.     500.000,-
        –  Buruh tahk langsung                         Rp.     500.000,-
        –  Biaya listrik                                             Rp.     350.000,-
        –  Asuransi dan pajak                              Rp.     300.000,-
        –  Depresiasi sebesar                             Rp.     350.000,-
d)  Untuk menentukan besarnya overhead dipergunakan basis aktivitas jam buruh langsung.    
Diminta  :
1. Berapakah penawaran harga yang diajukan oleh pihak manajemen PT.  JATI JAYA, jika perusahaan menginginkan keuntungan sebesar  25 % dari ongkos produksinya.

2.  Buatlah Kartu Harga Pokok Produksi untuk pesanan kusen pintu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar